BERITA UMPRI
BPH & PIMPINAN UMPRI MENGIKUTI UPGRADING 2024
BPH & PIMPINAN UMPRI MENGIKUTI UPGRADING 2024
UMPRINEWS. BPH UMPRI Drs. H. Musarwan, M.Pd. Rektor UMPRI Ns. Arena Lestari, M.Kep., Sp.Kep.J., Ph.D, Wakil Rektor I UMPRI Lampung Bidang Akademik dan Kerjasama Ns. Gunawan Irianto, M.Kep., Sp.Kep.Kom., Ph.D. Wakil Rektor II Bidang Administrasi Keuangan, Umum dan sarana prasarana Ns. Asri Rahmawati, S.Kep., M.Kes. Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Al Islam Kemuhammadiyahan Afrizal, S.H.I., M.H.I. Wakil Rektor IV Bidang Riset, Inovasi dan Pembangunan teknologi informasi Dr. Sofwan Adiputra, M.Pd., Kons. Mengikuti acara Upgrading PWM, BPH, Pimpinan PTM Provinsi Lampung. Sabtu, 20 Januari 2024.
Acara Upgrading Pimpinan Wilayah Muhammadiyah, Badan Pembina Harian, Pimpinan Perguruan Tinggi Muhammadiyah se-Provinsi Lampung di adakan selama dua hari yakni dari hari Sabtu- Ahad, 8-9 Rajab 1445 H/ 20-21 Januari 2024 M mengusung tema : Peneguhan dan Implementasi Idiologi Muhammadiyah dalam Mengelola Perguruan Tinggi Muhammadiyah Sebagai Pusat Islam Berkemajuan. Jelasnya.
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Dr. KH. Haedar Nasir, M.Si. memberikan materi Penguatan/Meneguhkan Ideologi Persyarikatan pada acara tersebut.
Ia menegaskan dalam materi yang di sampaikan ada 6 poin penting yang harus selalu di jaga dan di kembangkan :
Pertama : Impelementasi Idiologi Muhammadiyah dalam berbagai gerakan. Beberapa waktu terakhir ada peristiwa (konteks) yang dikaitkan dengan Muhammadiyah yang terlibat dengan kegiatan yang agak pelik. Orang menyebut dengan radikalisasi. Urusan politik urusan lain. Kok kejadianya di Muhammadiyah (di Pondok-pondok Pesantren). Kenapa itu bisa terjadi? Kemungkinan serba tekstual, kurang komprehensif dalam memaknai Amar ma’ruf Nahi Mungkar. Yang menonjol hanya Nahi Mungkarnya (dalam pengertian kontestual).
Kedua : Pilihan politik selalu dikaitk-kaitkan dengan soal keyakinan. Politik sangat dinamis, apa yang ada di belakang (agenda politik) kita tidak tahu bungkusnya seperti apa (politik ini adalah soal muamalah). Ini harus dijawab dengan pemahaman dan Idelogi Muhammadiyah yang baik. Ini harus dipastikan kepada semua kader kita kaitan dengan penghayatan Kemuhammadiyahan ini. Ini akhirnya muncul dalam pandangan public, media yang menampar organisasi besar Muhammadiyah. Ini tidak sederhana Bapak/Ibuk. Ada hal yang kondisioanal yang memang ada problem pada kita dalam memahami idiologi Muhammadiyah. Idiologi: Prinsip-prinsip, alam pemikiran yang mendasar, cita-cita, strategi, menjadi orientasi tindakan kita dalam organisasi Muhammadiyah. Pemahaman tentang Quran, pemahaman tentang Hadis itu sudah pasti ada perbedaan walaupun Islamnya satu. Mestinya Muhammadiyah merujuk seenuhnya kepada Idiologi Muhammadiyah seperti yang dipaparkan sebelumnya.
Ketiga : Pemikiran Muhammadiyah itu bisa dibaca dalam pikiran-pikiran KH. Ahmad Dahlan (dipahami dengan baik. Pemikiran-pemikiran KH. Ahmad Dahlan tersebut harus menjadi alam pemikiran kita saat ini dalam gerakan Dakwah Muhammadiyah saat ini.
Keempat : Dalam gerakan Dakwah kalau secara Idiologi tidak sesuai dengan Ideologi Muhammadiyah, lebih baik tidak berada dalam Muhammadiyah. Keluar saja baik-baik dari Muhammadiyah, jangan memaksakan diri di Muhammadiyah.
Kelima : Strategi Dakwah Muhammadiyah salah satunya adalah melalui jalur Pendidikan, yang akan melahirkan Muslim yang baik (ulum albab). Rujukanya adalah al-Islam dan Kemuhammadiyahan. Ini yang disebut dengan Paham Agama dan Idiologi Kemuhammadiyahan. Semua dosen harus memahami al-islam dan kemuhammadiyahan ini dengan baik. Kalau pimpinan harus sudah khatam dengan baik (fahami subtansi dengan baik). Dosen mengajar jangan melulu hanya ilmunya, insert al-Islam dan kemuhammadiyahan. Jangan sampai dosen tidak menjadi contoh. Jangan hal-hal yang terlalu personal, seolah-olah merupakan representasi Muhammadiyah.
Keenam : Pengelolaan Harus jujur, amanah. Yang diberikan amanah dalam bentuk Jabatan, laksanakan dengan sebaik-baiknya (berakhir dengan husnul khatimah). Yang tidak diberikan jabatan laksanakan tugas dengan baik pada tugas-tugas yang diamanahkan. Tunjukan sikap hidup yang Wshatiyah (tengah-tengah), dan rahmatan Lil ‘alamin. Berperan sebagai warga masyarakat dengan sebaik-baiknya. Tegas Ketum PP.
Sementara itu Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang sekaligus sebagai Dekan Fakultas Pendidikan UAD Dr. Sayuti, M. Pd., Ph. D. Memberikan materi memahami dan melaksanakan tugas PWM, BPH dan Bersinnergi dalam memajukan PTM masing-masing. Ada 9 poin yang menjadi urgensi beliu yakni :
Pertama : Apreseasi untuk kegiatan Up Grading ini. Kita bersyukur terpilih sebagai orang-orang diamanahkah (bagian inti) untuk mengurus persyarikatan Muhammadiyah. Rasa syukur itu kita jadikan sebagai semangat untuk berbuat sepenuhnya untuk Muhammadiyah. AUM merupakan support system penting bagi persyarikatan Muhammadiyah. Kita bangga bahwa yang bisa mendirikan Perguruan Tinggi di Luar Negeri bukan PTN, bukan kampus konglomerat, tetapi adalah Muhammadiyah. Kampus-kampus kita juga banyak yang lebih baik dari kampus-kampus negeri.
Kedua : Kenapa Muhammdiyah bisa seperti itu? Kita renungkan sama-sama. Ada apa dengan Muhammadiyah? Australia College Muhammdiyah di Victoria, Australia dibantu 25 Miliyar oleh Pemerintah Australia. Lembaga Pendidikan memiliki misi Dakwah, Tempat mendidik manusia, amal sholeh yang tidak akan pernah putus.
Ketiga : Ketika di pulau-pulau terpencil di Indonesia Muhammadiyah sudah mendirikan sekolah-sekolah Muhammadiyah. Ada apa dengan Muhammadiyah?
Keempat : Muhammadiyah punya tradisi besar, mari kita perpendek penderitaan kita untuk segera bangkit dan majukan PTM kita. Kemajuan bukan milik jawa saja (tidak ada dalilnya). Kepercayaan public terhadap Muhammadiyah sangat luar biasa.
Kelima : Mengurus PTM bukan hanya ngurus administrasi dan perkuliahan, tetapi juga merupakan gerakan dakwah. Ngajar dengan cara menyisipkan ayat-ayat al-Quran dan Hadis. Kampus kita adalah Dakwah sepanjang Hayat. Ngurus Borang (Bohong dan Ngarang) adalah dakwah, PTM harus segera bertaubat Bohong dan Ngarang. Dosen-dosen kita harus dingatkan setiap hari, bahwa mengabdi di PTM bukan hanya sekedar karir, tetapi merupakan gerekan dakwah.
Keenam : Tugas BPH dan pimpinan juga merupakan tugas Dakwah. Melakukan tranformasi PTM merupakan bagian dari pekerjaan dakwah (amal Sholeh BPH dan Pimpinan). Lakukan dari hal-hal yang sangat kecil (termasuk kebersihan). Kita melayani orang-orang yang sedang fi sabilillah (berjuang di Jalan Allah). Titipan orang tua/masyarakat menguliahkan anak-anaknya kuliah di PTM harus kita layani dengan sebaik-baiknya. Cara melayaninya adalah dengan memberikan layanan sebaik-baiknya.
Ketujuh : PTM mengelola Dosen dan tendik dengan baik merupakan amal sholeh dan ilmu yang bermanfaat. Melayani mahasiswa dengan baik, bagian dari amal shaleh yang akan selalu mengalir amalnya selalu. Hal-hal sederhana akan berimplikasi positif kepada kemajuan kepada PTM kita. BPH dan pimpinan PTM harus bersinergi untuk memberikan yang terbaik. Kita meneruskan rintisan kehebatan amal shalehnya KH. Ahmad Dahlan. Jutaan guru dan dosen bekerja di Muhammadiyah meneruskan amal shalehnya KH. Ahmad Dahlan (spirit amal sholeh harus dipelihara dengan sebaik-baiknya).
Kedelapan : Tantangan Internal Muhammadiyah: Daur hidup organisasi sama seperti kehidupan Manusia. Kita lihat posisi kita masing-masing. Muhammadiyah diuntungkan, walaupun secara siklus ada yang mati, tetapi ada yang tumbuh subur. Fondasi organisasi yang kuat di Muhammadiyah adalah “Keikhlasan”.
Kesembilan : Kampus-kampus kita bisa dilihat masing-masing (dievaluasi). Tidak kampus yang maju tanpa tatakelola yang baik (maka perbaikilah tata kelola kampus kita). Di Muhammadiyah, ada Fikih tata kelola (bisa dijadian sebagai rujukan). Muhammadiyah bisa bertahan hingga saat ini, pasti ada tata kelola yang baik di dalamnya, dan terus harus beradaptasi menyesuaikan dengan tantangan kekinian. Kata kunci yang harus kita pegang adalah “amanah”. Tutupnya. (UMPRI CENTRE).
Postingan Lainnya
Berita Terpopuler
Kategori